Demo Receh yang Menyadarkan: Ketika 12 Murid SD Protes Minta Sistem Tinggal Kelas Dikembalikan

Oleh Nurdin, putra kelahiran Reo, Manggarai, NTT, Tinggal di Makassar

Berikut adalah poin-poin penting terkait pandangan tersebut:
1. Pentingnya Konsekuensi: Evaluasi harus memberikan umpan balik yang jelas (konsekuensi) untuk membedakan tingkat usaha siswa.
2. Motivasi Intrinsik: Sistem tanpa konsekuensi yang adil dapat mematikan keinginan belajar dari dalam diri sendiri.
3. Dampak Semangat: Ketiadaan perbedaan hasil antara yang rajin dan malas akan melunturkan semangat juang siswa dalam menuntut ilmu.
4. Pembentukan Karakter: Evaluasi yang mendidik berperan penting dalam menciptakan generasi yang berkarakter dan bertanggung jawab, sejalan dengan tujuan peningkatan kualitas pendidikan.

Padahal, tinggal kelas itu bukan hukuman mati. Saya punya teman dulu tinggal kelas. Sekarang jadi kepala desa. Ada juga yang tinggal kelas lalu pindah sekolah, bangkit, jadi guru. Tinggal kelas itu cuma rem—bukan turun dari mobil. Berhenti sebentar, evaluasi, lalu jalan lagi dengan lebih siap.

Tapi kalau rem dihapus, mobil akan terus melaju. Mau mesinnya ngadat, mau bannya kempes, tetap jalan. Sampai jatuh ke jurang. Baru sadar.

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More