Demo Receh yang Menyadarkan: Ketika 12 Murid SD Protes Minta Sistem Tinggal Kelas Dikembalikan
Oleh Nurdin, putra kelahiran Reo, Manggarai, NTT, Tinggal di Makassar
Untuk para guru di seluruh Indonesia, terutama di kampung saya, Reo: kalembo ade mena (mohon bersabar semuanya). Jangan menyerah. Kalian adalah garda terdepan. Kalau bukan kalian yang berani memanggil orang tua, berani memberi nilai jujur, berani mempertahankan standar, siapa lagi?
Untuk para orang tua: mari kita introspeksi. Apakah kita sudah menjadi mitra yang baik bagi guru? Atau jangan-jangan kita justru menjadi penghalang bagi anak kita sendiri untuk belajar tentang tanggung jawab dan konsekuensi? Pengalaman saya dengan Keyla mengajarkan bahwa kesabaran dan kepercayaan pada guru adalah investasi jangka panjang yang tak ternilai.
Saya di perantauan hanya bisa bilang:
Kembalikan sistem tinggal kelas—atau setidaknya beri ruang bagi anak untuk matang sebelum dipaksa naik. Bukan untuk menghukum. Tapi untuk menyelamatkan.
Anak-anak kita butuh tantangan, bukan jalan pintas. Mereka butuh rem, bukan hanya gas. Mereka butuh orang tua dan guru yang duduk bersama, bukan saling menjatuhkan.
Mudah-mudahan ke depannya akan ada regulasi baru dari Kementerian Pendidikan yang lebih berpihak pada kematangan anak, dan pemahaman yang lebih dewasa serta bijak dari seluruh orang tua murid. Wallahu’alam.***