Demo Receh yang Menyadarkan: Ketika 12 Murid SD Protes Minta Sistem Tinggal Kelas Dikembalikan

Oleh Nurdin, putra kelahiran Reo, Manggarai, NTT, Tinggal di Makassar

Tapi sekarang? Seorang ibu yang membagikan ulang video ini menulis dengan nada prihatin:

“Itulah sistem belajar sekarang. Coba kaya dulu…. Gak bisa baca tinggal kelas. Belum bisa menulis, tinggal kelas. Sekarang?? Kelas 4 SD aja ada yang belum mengenal abjad. Dan tetap naik kelas…?? Astaghfirullah…”

Pertanyaan saya: separah itukah sistem pendidikan Indonesia?

Jawabannya: ya, di banyak tempat, separah itu. Berdasarkan laporan “Programme for International Student Assessment (PISA) 2022” yang dirilis OECD, skor literasi membaca Indonesia berada di angka 359, masih di bawah rata-rata OECD (476), dan menempatkan Indonesia di peringkat 10 terbawah dari 81 negara peserta. Ini bukan sekadar opini. Ini data. Ini fakta. Ada yang tidak beres dengan sistem pembelajaran dasar kita.

 

Video viral anak SMA yang tidak bisa perkalian sederhana, calon pekerja yang gagal wawancara karena tidak bisa menjawab 7 x 8, atau guru-guru yang mengeluh ada siswa kelas tinggi belum bisa membaca—semuanya berkata sama: darurat literasi.

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More