Merumuskan Kurikulum Pendidikan Nasional

Oleh Urbanus Xaverius Landa, Alumni Fakultas Psikologi Unika Widya Mandala Surabaya

Menjadi manusia Indonesia yang khas dapat dilakukan dengan cara pertama, mengangkat ciri pancasila menjadi bagian dari pembelajaran sehingga menjadi orang Indonesia berarti memiliki ciri sebagai manusia yang bertuhan, berperikemanusiaan, mengutamakan persatuan bangsa, demokratis dan berkeadilan sosial. Cara kedua adalah dengan masuk ke dalam cara pandang, adat-isitiadat dan tradisi kesukuan masing-masing seperti menjadi orang Flores, Jawa, Sunda, Bugis, Ambon, Papua, Sumatera dan seterusnya. Jadi menjadi manusia Indonesia di dalamnya terdapat ciri manusia yang universal, manusia dengan ciri pancasila dan manusia berdasarkan suku/etnis tertentu.

Kedua, pertanyaan utama kedua adalah sumbangsih apa yang dapat diberikan oleh peserta didik bagi kehidupan? Kita mungkin dibesarkan dengan pertanyaan “saya dapat apa?”. Pertanyaan ini pada akhirnya mendorong kita untuk bersaing satu sama lainnya. Dalam persaingan mesti ada yang kalah agar ada pemenang. Biasanya yang lemah akan tersisih. Tidak saja tersisih, sering kali, ketersisihan yang lemah tidak cukup bagi mereka yang menang. Yang kalah mesti mengalami penderitaan agar yang menang merasa bahagia. Situasi ini seringkali menempatkan orang lain sebagai objek bukan subjek dalam sebuah relasi.

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More