Merumuskan Kurikulum Pendidikan Nasional

Oleh Urbanus Xaverius Landa, Alumni Fakultas Psikologi Unika Widya Mandala Surabaya

Bangsa kita hanya menjadi pasar berbagai produk asing sedangkan kita hanya bisa menjual barang mentah atau setengah jadi saja karena keterbatasan sumber daya manusia dalam mengolah potensi kekayaan alam dan rendahnya penguasaan teknologi produksi. Karenanya, kurikulum pendidikan akan diubah secara bertahap, bagian per bagian bahkan mungkin perombakan total sebagai tanggapan mengantisipasi perubahan jaman.

Namun demikian, dalam rentang perubahaan waktu, kita akan menemukan ada hal yang tidak berubah. Dari tahun ke tahun, dari abad ke abad, pendidikan tetap sama, selalu fokus pada mendidik manusia, sasaran pendidikan adalah manusia. Tugas pendidikan adalah mendidik manusia menjadi manusia yang manusiawi. Bukan sekarang mendidik manusia lalu suatu waktu mendidik ayam, kambing, pepohonan dan lain sebagainya.

Kita tidak dapat membantah kenyataan yakni adanya kehadiran manusia sebagai pribadi yang terus menjadi sejak kelahiran hingga pada akhirnya mati. Pada kenyataanya, kita hadir sebagai manusia yang universal bersama manusia lainnya di bumi sekaligus menjadi manusia Indonesia di tengah dunia.

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More