Merumuskan Kurikulum Pendidikan Nasional

Oleh Urbanus Xaverius Landa, Alumni Fakultas Psikologi Unika Widya Mandala Surabaya

Resiko pertama bahwa pendidikan dapat “menginstal” suatu “software” lain dalam diri peserta didik sehingga ia menjadi terasing dari dirinya sendiri, ia bertumbuh namun tidak menjadi dirinya yang seharusnya. Bahaya kedua yakni pendidikan dapat menginstrumentalisasikan manusia untuk kepentingan langgengnya kekuasaan para penguasa baik kekuasaan pasar maupun kekuasaan politisi/negara. Oleh karena itu, penting sekali agar sejak awal, kita memikirkan gambaran manusia ideal serta bagaimana jalan menuju terbentuknya manusia ideal sejak usia dini hingga lansia lalu mati.

Setelah memikirkan bagaimana menjadi manusia, pertanyaan turunannya adalah bagaimanakah menjadi manusia Indonesia? Pertanyaan pertama membawa kita menjadi manusia yang universal, manusia yang punya martabat sama dengan manusia lainnya di dunia ini sedangkan pertanyaan lanjutannya membawa kita menjadi manusia yang kontekstual, berjatidiri sebagai orang Indonesia yang hadir di tengah-tengah masyarakat dunia. Kita hadir sebagai manusia yang sama satu dengan lainnya namun juga membawa kekhasan.

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More