Merumuskan Kurikulum Pendidikan Nasional
Oleh Urbanus Xaverius Landa, Alumni Fakultas Psikologi Unika Widya Mandala Surabaya
Semenjak era Prabowo-Gibran, presiden telah melakukan beberapa perubahan dalam lanskap kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam bidang pendidikan, presiden secara langsung memimpin pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) dengan anggaran 171 triliun di tahun 2025. Di tahun 2026 menjadi 335 triliun, naik 51% yang berupaya menjangkau 82 juta penerima manfaat. MBG merubah wajah pendidikan Indonesia juga berdampak merangsang geliat ekonomi karena menjamin keterserapan berbagai produk pertanian, perikanan, perkebunan dan sektor lainnya dari masyarakat terlepas dari kelemahan skema yang ada. MBG menjamin terbelinya hasil panen petani dan peternak. Ada produksi ada konsumsi.
Perubahan lainnya dengan membagi kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi menjadi dua kementrian; pertama ada kementrian pendidikan tinggi, sains, dan teknologi. Kedua, kementerian pendidikan dasar dan menengah. Selanjutnya dengan jabatan yang diemban, menteri pendidikan dasar dan menengah, prof. Mu’ti memperkenalkan penggunaan pendekatan pembelajaran deep learning dalam kurikulum nasional.