Literasi Membaca; Antara Harapan dan Kenyataan

Oleh Kunigunda Dahul, Prodi Pendidikan Keagamaan Katolik STIPAS St. Sirilus Ruteng

Harapan untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang literat bukanlah utopia yang mustahil diwujudkan. Tetapi ia juga tidak akan datang dengan sendirinya tanpa kerja keras, komitmen, dan kolaborasi dari seluruh elemen bangsa. Pemerintah, sekolah, kampus, keluarga, komunitas, dan setiap individu warga negara memiliki peran dan tanggung jawab yang tidak dapat diabaikan.

Kita tidak kekurangan harapan. Yang kita butuhkan adalah keberanian dan ketekunan untuk mengubah harapan itu menjadi kenyataan, satu halaman buku pada satu waktu. Mari kita kembalikan buku ke tangan kita. Mari kita buktikan bahwa mahasiswa NTT, mahasiswa Ruteng, adalah generasi yang tidak hanya melek teknologi tetapi juga kaya literasi dan kaya pikiran.

Karena pada akhirnya, masa depan sebuah bangsa ditentukan oleh kualitas pikiran warganya. Dan kualitas pikiran tidak akan pernah bisa dipisahkan dari kualitas dan kedalaman bacaan yang menjadi santapan intelektual sehari-hari.***

 

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More