Literasi Membaca; Antara Harapan dan Kenyataan

Oleh Kunigunda Dahul, Prodi Pendidikan Keagamaan Katolik STIPAS St. Sirilus Ruteng

Di balik potret yang tampak suram tersebut, sesungguhnya terdapat berbagai peluang dan harapan yang dapat kita jadikan pijakan untuk membangun kembali budaya membaca di Indonesia. Pertama, Potensi Literasi Digital sebagai Jembatan. Era digital yang sering dituding sebagai biang keladi merosotnya minat baca masyarakat, sesungguhnya juga menyimpan potensi besar untuk menjadi solusi. Hadirnya platform baca digital seperti iPusnas milik Perpustakaan Nasional RI, iJak, dan berbagai aplikasi buku digital lainnya telah membuka akses terhadap ribuan judul buku secara gratis kepada seluruh masyarakat Indonesia tanpa memandang lokasi geografis mereka. Ini adalah kabar baik bagi kami para mahasiswa di Ruteng yang akses fisik terhadap toko buku masih sangat terbatas. Data Perpustakaan Nasional RI menunjukkan bahwa jumlah pengguna aktif iPusnas meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama selama dan setelah pandemi Covid-19. Fenomena ini menunjukkan bahwa minat baca masyarakat sesungguhnya masih ada, dan yang dibutuhkan adalah kemudahan akses serta format yang sesuai dengan gaya hidup masyarakat modern. (Perpusnas RI, 2023). Kedua,Gerakan Literasi Berbasis Komunitas. Selain dari jalur formal dan digital, gerakan literasi berbasis komunitas yang tumbuh secara organik dari bawah juga memberikan harapan yang nyata. Di berbagai penjuru Indonesia, dari Sabang hingga Merauke, termasuk di NTT, telah bermunculan taman bacaan masyarakat, perpustakaan jalanan, dan komunitas baca yang digerakkan oleh para relawan muda yang peduli terhadap masa depan literasi bangsa. Gerakan-gerakan ini membuktikan bahwa perubahan budaya membaca tidak harus selalu datang dari atas ke bawah melalui kebijakan pemerintah. Ia dapat tumbuh dari bawah, dari komunitas-komunitas kecil yang percaya bahwa membaca adalah hak setiap warga negara dan investasi terbaik bagi masa depan bangsa.

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More