Literasi Membaca; Antara Harapan dan Kenyataan

Oleh Kunigunda Dahul, Prodi Pendidikan Keagamaan Katolik STIPAS St. Sirilus Ruteng

Literasi membaca merupakan salah satu fondasi terpenting dalam membangun peradaban sebuah bangsa. Kemampuan membaca bukan sekadar kemampuan mengenali huruf dan merangkainya menjadi kata. Ia adalah kemampuan memahami, menafsirkan, dan merefleksikan informasi secara kritis dan mendalam. Bangsa yang literat adalah bangsa yang mampu berpikir, bangsa yang mampu berdialog, dan bangsa yang mampu membangun dirinya sendiri dari dalam.

Namun kenyataan yang kita hadapi hari ini sangat jauh dari harapan tersebut. Data menunjukkan bahwa tingkat literasi membaca masyarakat Indonesia masih berada pada level yang mengkhawatirkan. Miris memang, bahwa di tengah kemajuan teknologi yang begitu pesat, di tengah akses informasi yang semakin terbuka lebar, kebiasaan membaca masyarakat kita justru semakin merosot dari waktu ke waktu. Buku-buku dibiarkan berdebu di rak, perpustakaan sepi pengunjung, dan budaya diskusi yang lahir dari tradisi membaca perlahan menghilang dari ruang-ruang publik kita.

Saya masih ingat dengan jelas masa-masa ketika buku adalah teman terbaik saya. Di bangku sekolah dasar, saya adalah anak yang tidak bisa tidur sebelum menyelesaikan satu cerita. Buku adalah dunia kedua saya, tempat saya berlari ketika dunia nyata terasa sempit dan membosankan. Namun sesuatu berubah ketika saya memasuki dunia kampus. Perlahan tanpa saya sadari, buku-buku itu mulai saya tinggalkan. Kini yang lebih sering saya genggam bukan buku, melainkan layar ponsel yang tidak pernah kehabisan konten untuk ditawarkan. Dan saya, sebagai mahasiswa yang tinggal dan belajar di Ruteng, Flores, merasakannya secara langsung setiap harinya. Kondisi ini tidak boleh kita biarkan berlanjut tanpa tindakan yang nyata dan terencana. Diperlukan pemahaman yang menyeluruh tentang akar permasalahan literasi membaca di Indonesia sebelum kita dapat merumuskan solusi yang tepat sasaran dan berkelanjutan..

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More