Tsunami di Keuskupan Bogor: Kita Harus Bagaimana?
Oleh: Dr. Frederikus Fios, S.Fil., M.Th*
Umat awam adalah sakramen harapan di tengah keluarga, pekerjaan, masyarakat, dan budaya. Keteladanan awam tampak dalam sikap kejujuran dalam kerja profesional, kepedulian sosial, komitmen terhadap keadilan/kebaikan dan kebenaran, dan juga kesetiaan hidup beriman sehari-hari. Awam membuat Injil itu hidup dan hadir dalam ruang-ruang yang tidak bisa dijangkau oleh hirarki (para klerus) secara langsung.
Titik Balik: Kerendahan Hati yang Perlu Diwujudkan
Satu hal yang patut kita sadari bahwa: Tidak ada rekonsiliasi tanpa kerendahan hati, Tidak ada damai tanpa pengakuan akan kelemahan serta keterbatasan diri, Tidak ada persatuan tanpa kesediaan memulai Kembali untuk berjalan bersama dalam kasih persaudaraan. Kerendahan hati Uskup yang mengambil keputusan berat; kerendahan hati para imam yang mengungkapkan suara hati; kerendahan hati umat yang tetap berharap pada Roh Kudus, semua ini adalah langkah-langkah spiritual-rohani yang harus kita pahami, sadari dan hayati serta praktikkan dalam dinamika perjalanan hidup bersama kita.