Tsunami di Keuskupan Bogor: Kita Harus Bagaimana?
Oleh: Dr. Frederikus Fios, S.Fil., M.Th*
Jalan Rekonsiliasi: Mendengarkan dalam Kasih Persaudaraan
Tuhan yang kita Imani adalah Tuhan yang Maha Mendengar. Kita sering kali lupa bahwa sebelum berbicara atau berkata-kata, Kita perlu melakukan lectio divina untuk bertanya dan mendengarkan terlebih dahulu kehendak Allah. Kita harus mendengarkan seperti Kristus, karena Kristus sendiri selalu mendengarkan Bapa dan juga para murid-Nya. Kita menyaksikan dalam Kitab Suci, Kristus mendengarkan perempuan Samaria (Yoh. 4: 5-43), Bartimeus (Mar. 10: 46-52), para murid yang khawatir (Yoh. 16:17-18), bahkan orang-orang yang menolak Dia di Nazaret (Mar. 6: 1-5) pada zamannya.
Dalam situasi Gereja di Keuskupan Bogor saat ini, kita semua (hirarki dan awam) diajak untuk melakukan hal yang sama: Imam mendengarkan Uskup, Uskup mendengarkan imam, Umat mendengarkan Uskup dan Imam (dan sebaliknya). Kalau tidak saling mendengarkan, masihkah kita disebut satu komunitas Gereja? Akhirnya kita semua harus mendengarkan Roh Kudus yang bekerja dalam hati masing-masing untuk membawa kita pada terang, kebenaran, dan bonum commune (kebaikan bersama) khususnya untuk kebaikan bersama semua elemen di Keuskupan Bogor.