Tsunami di Keuskupan Bogor: Kita Harus Bagaimana?
Oleh: Dr. Frederikus Fios, S.Fil., M.Th*
Otoritas Gereja sebagai Pelayanan yang Butuh Kerendahan Hati
Gereja mengajarkan bahwa otoritas Uskup dan para imam bukanlah sesuatu yang berasal dari kuasa duniawi, melainkan secara ilahiah berasal dari Keputusan Allah sendiri. Hirarki adalah rahmat, bukan kekuasaan. Hirarki itu suatu faktisitas terberikan oleh Allah dan bukan oleh pengangkatan/prestasi kita manusia.
Oleh sebab itu, Uskup memerintah dengan cinta kasih seorang Bapa, Imam melayani umat dengan hati seorang Gembala, dan Umat mengikuti ajaran uskup dan imam dengan sikap iman seorang murid yang percaya pada karya Roh Kudus yang hadir melalui Uskup dan Imam. Kesatuan hirarki dan umat/awam ini menjadi kekuatan, contoh, teladan dan jaminan bagi soliditas dan persatuan Gereja.
Ketika otoritas dijalankan dalam kerendahan hati, dan ketika ketaatan diberikan (atau dihayati?) dalam cinta kasih, maka terciptalah suasana yang tidak menindas atau relasi konflik, tetapi relasi cinta kasih yang menghadirkan wajah Kristus sebagai Sang Hamba yang Rendah Hati, yang datang ke dunia dalam peristiwa inkarnasi (Allah menjadi manusia).