Narasi dari Kampung Tureng, Mengenang Agavitus Rahu; Sosok Ayah, Tua Golo, dan Pemerhati Kemanusiaan (Bag.III)
Oleh Pascual Semaun, SVD (Misionaris SVD Bekerja di Paraguay) dan Walburgus Abulat (Jurnalis dan Penulis Buku)
5.1.2. Kesatuan dan Kepedulian Terhadap Keluarga.
Seperti dalam cerita biji kopi yang tercecer, Agavitus mengajarkan pentingnya menjaga kesatuan keluarga dan saling mendukung. Ia percaya bahwa setiap anggota keluarga memiliki nilai yang sama dan harus dijaga keberadaannya dalam kehidupan bersama. Pesannya adalah untuk selalu menjaga hubungan yang harmonis dengan anggota keluarga dan memberikan dukungan serta kasih sayang satu sama lain.
5.1.3. Keteguhan dan semangat berjuang.
Agavitus adalah contoh keteguhan dalam menghadapi kesulitan. Melalui kerinduannya untuk bersama keluarga dan perjuangannya dalam kehidupan sehari-hari, ia mengajarkan bahwa ketahanan dan semangat berjuang sangat penting untuk menghadapi tantangan hidup. Anak-anak diajarkan untuk tidak mudah menyerah dan terus berusaha meskipun menghadapi berbagai rintangan.
5.1.4. Kehidupan rohani dan nilai-nilai spiritual
Bapa Agavitus menunjukkan bahwa kehidupan rohani adalah bagian integral dari hidup yang penuh makna. Dengan kebiasaan berdoa dan membaca Kitab Suci, ia menekankan pentingnya hubungan dengan Tuhan dan kehidupan spiritual. Anak-anak diharapkan untuk membangun kehidupan rohani yang kuat, yang akan menjadi sumber kekuatan dan petunjuk dalam menghadapi berbagai situasi dalam hidup.
Ya Popo Agavitus memang figure founding father utk kampung tureng , meski pun saya sendiri melihat dan berada secara inten bersama kehidupan Popo Agavitus hanya sampai SD, karena masa smp dan SMA berada diluar dan hampir jarang pulang , tapi memori masa SD itu tentang cara hidup Popo Aga bisa di narasikan begitu luas . Karena makna di balik tutur kata dan tindakan hidupnya sangat luas , melampaui sekedar kata kata yg pernah di ucap kan .