Narasi dari Kampung Tureng, Mengenang Agavitus Rahu; Sosok Ayah, Tua Golo, dan Pemerhati Kemanusiaan (Bag.III)

Oleh Pascual Semaun, SVD (Misionaris SVD Bekerja di Paraguay) dan Walburgus Abulat (Jurnalis dan Penulis Buku)

Kata-kata ayah tidak kutanggapi. Pada kesempatan itu dia mengambil kendali percakapan yang sangat mempengaruhi panggilan saya kemudian hari. Saya memandangnya serius. Tapi ayah tertegun menatap rumput yang meranggas di musim kering, sepertinya sedang menanti inspirasi dari tanah dan bebatuan. Lalu ayah memandang saya dengan sorotan matanya yang berbinar memancarkan suka cita, tapi dengan kelembutan, sepertinya sedang menampilkan kerapuhan karena umurnya yang sudah uzur, di hadapan saya anaknya yang bisa mengambil keputusan secara mandiri. “Romo bilang apa?”, tanya saya memancing jawaban. Saya menangkap keraguan, lebih tepat rasa canggung seorang ayah. “Ya tentang kita menjadi garam bagi dunia”, kata ayah. “Onong Paskalis, jangan simpan garam di luar makanan”, katanya kepada saya. Suaranya pelan tapi dengan wibawa seorang ayah. Saya sudah mendengar banyak kali tentang garam sebagaimana dikatakan Kitab Suci. Namun kali ini dari mulut ayah saya. “Kita makan makanan yang digarami, berarti garam harus ada dalam makanan supaya makanan enak, lezat. Kita tidak makan garam tapi makanan yang digarami. Garam di luar makanan bukan garam. Garam adalah garam kalau ada dalam makanan. Garam berguna untuk melezatkan makanan”, kata ayah.

Berita Terkait
1 Komen
  1. Hendrikus Wandak berkata

    Ya Popo Agavitus memang figure founding father utk kampung tureng , meski pun saya sendiri melihat dan berada secara inten bersama kehidupan Popo Agavitus hanya sampai SD, karena masa smp dan SMA berada diluar dan hampir jarang pulang , tapi memori masa SD itu tentang cara hidup Popo Aga bisa di narasikan begitu luas . Karena makna di balik tutur kata dan tindakan hidupnya sangat luas , melampaui sekedar kata kata yg pernah di ucap kan .

Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More