Narasi dari Kampung Tureng, Mengenang Agavitus Rahu; Sosok Ayah, Tua Golo, dan Pemerhati Kemanusiaan (Bag.III)
Oleh Pascual Semaun, SVD (Misionaris SVD Bekerja di Paraguay) dan Walburgus Abulat (Jurnalis dan Penulis Buku)

V. Wariskan Aneka Nilai dan Pesan
Agavitus Rahu sebagai sosok ayah, tua golo dan pemerhati kemanusiaan selalu mewarisi aneka pesan bermakna baik untuk anak-anaknya, warga kampung maupun untuk misi kemanusiaan universal.
Agavitus Rahu di mata anak-anaknya dan keluarga besar selalu tampil sebagai sosok yang mencerminkan dedikasi, visi, dan komitmen mendalam terhadap keluarga dan masyarakat. Melalui berbagai anekdot dan kisah hidupnya, kita bisa menggali nilai-nilai dan pelajaran berharga yang dia wariskan. Berikut adalah pesanpesan penting dari perjuangan Agavitus, baik untuk anak-anaknya maupun untuk pembaca umum:
5.1. Pesan untuk Anak-Anak
5.1.1. Pentingnya Pendidikan dan Tanggung Jawab.
Agavitus selalu menekankan nilai pendidikan sebagai kunci untuk masa depan yang lebih baik. Ia berkomitmen untuk mendukung pendidikan anak-anaknya, tidak hanya dengan menyediakan kebutuhan finansial tetapi juga dengan memberikan bimbingan moral dan dukungan. Pesannya adalah bahwa pendidikan bukan hanya tentang mendapatkan pengetahuan, tetapi juga tentang membentuk karakter dan mempersiapkan masa depan. Anak-anak diharapkan untuk menghargai kesempatan pendidikan, bekerja keras, dan terus belajar sepanjang hayat.
Ya Popo Agavitus memang figure founding father utk kampung tureng , meski pun saya sendiri melihat dan berada secara inten bersama kehidupan Popo Agavitus hanya sampai SD, karena masa smp dan SMA berada diluar dan hampir jarang pulang , tapi memori masa SD itu tentang cara hidup Popo Aga bisa di narasikan begitu luas . Karena makna di balik tutur kata dan tindakan hidupnya sangat luas , melampaui sekedar kata kata yg pernah di ucap kan .