Fenomena Frustrasi Sosial dan Realitas Politik
Oleh Sebastian Salang, Pengamat Sosial dan Politik
Apabila hasil evaluasi menunjukan drajat kerusakan yang sangat parah dan sulit dibenahi, sebaiknya dengan berani memutuskan untuk menghentikan semua program mercusuar itu. Tidak ada yang lebih merusak kepercayaan publik daripada pemimpin yang mempertahankan program yang jelas rusak total, dilanjutkan hanya karena gengsi untuk mengakui salah. Kejujuran yang pedih jauh lebih bermartabat bagi bangsa, daripada kebohongan yang ramah.
Di luar evaluasi, ada keteladanan yang harus dimulai hari ini juga, bukan bulan depan, bukan setelah rapat kabinet berikutnya. Hentikan perjalanan dinas yang tidak mendesak, yang hasilnya tak bisa dijelaskan kepada ibu yang anaknya kelaparan. Kembalikan kendaraan dinas yang berlebihan ke kas negara, bukan sebagai simbol, tapi sebagai tindakan nyata yang menggerakkan uang ke tempat yang lebih benar. Pangkas tunjangan oprasional yang tidak proporsional secara terbuka, agar rakyat tahu bahwa pemimpinnya menanggung beban yang sama.
Setiap rupiah yang berhasil dihemat harus dialokasikan secara transparan, bukan untuk foto, bukan untuk pidato melainkan untuk memperbaiki jalan berlubang, menyelesaikan jembatan terbengkalai, dan memastikan dana benar-benar sampai ke tangan petani, nelayan, dan pemilik warung, kios, salon kecil yang mejanya kini berdebu.