Proyek Bandara Sasi sebagai Prospek Akselerasi Kemajuan di Perbatasan Indonesia-Timor Leste: Catatan Kritis Seorang Warga Diaspora TTU di Jakarta
Oleh: Dr. Frederikus Fios, S.Fil., M.Th*
Dari sisi pariwisata, TTU memiliki kekayaan budaya, kuliner, serta lanskap alam khas daratan Timor. Akses udara akan mendorong kunjungan wisatawan dengan waktu libur terbatas, meningkatkan okupansi penginapan, perputaran usaha kuliner, penjualan kerajinan lokal, serta peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor/bidang jasa. Ini melecut kemajuan dan kesejahteraan masyarakat TTU bergerak ke arah lebih baik.
Memperkuat Layanan Publik, Kesehatan, dan Kesiapsiagaan Bencana
Saat ini Indonesia dan tentunya Kabupaten TTU juga sedang mengalami musim hujan. Tentu transportasi udara memegang peranan penting untuk mempercepat layanan publik yang memerlukan kecepatan. Evakuasi medis (medical evacuation) menjadi lebih mungkin dilakukan dengan standar waktu yang ketat. Pasien yang sakit juga akan lebih muda tertolong jika rujuk ke rumah sakit besar di Kupang. Selain itu distribusi logistik penting seperti vaksin, obat-obatan, atau bahan pokok yang terhambat jalur darat dapat dialihkan melalui moda transportasi udara. Ketika terjadi bencana alam atau situasi emergency (kedaruratan), bandara menyediakan jalur masuk bagi bantuan, relawan, dan alat berat yang membutuhkan mobilitas cepat sehingga dapat menolong/menyelamatkan nyawa manusia TTU.