Proyek Bandara Sasi sebagai Prospek Akselerasi Kemajuan di Perbatasan Indonesia-Timor Leste: Catatan Kritis Seorang Warga Diaspora TTU di Jakarta
Oleh: Dr. Frederikus Fios, S.Fil., M.Th*
“Kebutuhan penerbangan dari Kefamenanu ke Kupang ke depan akan semakin tinggi. Selain itu, di TTU terdapat beberapa isu nasional yang telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), seperti sektor garam dan lainnya,” ujar Bupati Falen yang dimuat dalam koran lintas biinmaffo tanggal 30 Desember 2025. Dengan konektivitas udara, TTU akan lebih maju dan menghubungkan diri lebih cepat ke Kupang sebagai ibu kota provinsi maupun ke kota-kota lain, serta memperkecil jarak ekonomi dan sosial yang selama ini menjadi batu sandungan di TTU.
Pelecut Pertumbuhan Ekonomi dan Pariwisata
Dari perspektif ekonomis, keberadaan bandara identik dengan dampak berlapis bagi bisnis dan perekonomian daerah. Akses yang cepat dan reliabel dipastikan mengubah peta biaya logistik, melecut percepatan arus barang bernilai tinggi dan waktu sensitif, serta memudahkan aktor bisnis melakukan survei, negosiasi, dan implementasi investasi di Kabupaten TTU. Apalagi secara de facto TTU memiliki potensi ekonomi berbasis pertanian, peternakan, hasil olahan lokal, serta industri kreatif berbasis budaya yang sangat kaya dan bernilai tinggi. Dengan adanya Bandara Sasi, produk-produk di TTU dapat cepat terhubungkan dengan pasar yang lebih luas, sementara pelaku UMKM di TTU pun dapat memperoleh akses baru ke jaringan distribusi dan pameran daerah lain di luar TTU.