Politik Makhluk Halus

Oleh: Bernadinus Steni, (Kandidat Doktor dalam bidang Managemen Lingkungan IPB, Penggiat Standar Berkelanjutan)

Beberapa pakar mencoba mengkaji politik jin dalam konteks demokrasi Indonesia, namun terjerumus ke dalam konsep Morten Axel Pedersen yang disebut “fungsionalisme simbolik”, fenomena spiritual masuk akal karena maknanya melayani fungsi-fungsi tertentu. Makhluk halus melaksanakan fungsi-fungsi politik.

Bubandt menyebutnya berbeda. Perbedaan antara politik dan budaya tidak menolong. Karena budaya tidak melayani politik, tetapi budaya itu sendiri merupakan kesatuan dalam ekspresi politik di nusantara.

Dalam hal ini, demokrasi ala Indonesia tidak lahir dari ideal normatif barat tetapi bergerak dalam konteks budaya disini. Distribusi sosial dan segala hukuman sosial adalah keutamaan dalam masyarakat klasik nusantara.

Ketika hal itu tidak terjadi maka hukuman sosial dan hukuman dunia spirit dipercaya akan hidup.

Masa kini pun pengelolaan masyarakat politik tidak hanya melulu datang dari demokrasi barat tetapi jin merupakan realitas yang sama kuatnya sehingga tetap hidup untuk membuat distribusi dan hukuman sosial demikian itu hadir seolah-olah nyata.

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More