Itu Hasrat Bukan Cinta; Refleksi Seorang Remaja tetang Dinamika Masa Remaja
Oleh Sefrianus Wiparlodi Maang, Siswa Kelas XII SMAS St. Gregorius Reo
Remaja Perempuan Berposisi Rentan
Perasaan dilema sering kali muncul dan membuat individu, khususnya wanita, berada dalam posisi yang rentan. Seringkali muncul ungkapan manipulasi emosional, hasrat seksual dikamuflasekan dengan narasi “cinta (sampai mati)” dan tindakan seksual disalahartikan sebagai ekspresi ketulusan dalam mencintai. Contoh ekstremnya terlihat pada ungkapan manipulatif seperti: “Aku mencintaimu seumur hidup, biarkan aku bersetubuh denganmu.” Pernyataan semacam ini seringkali mengatasnamakan cinta dan membuat pembenaran, sehingga perempuan kerap berada dalam posisi sulit. Apalagi jika disertai tindakan pemaksaan untuk memenuhi segala keinginan/hasrat pasangannya. Kondisi ini mengaburkan esensi cinta sejati yang seharusnya melibatkan komitmen, rasa saling menghormati, dan penghargaan terhadap batasan pribadi. Yang terjadi hanya sekadar kedok bagi hasrat sesaat. Pasangan yang melakukan koersi seringkali membuat korban merasa berhutang budi, misalnya karena sudah menjalin hubungan yang begitu lama (Sumber: The Hotline.org, Psychology Today).