Di Antara Wajan dan Cita-Cita

Catatan seorang pelajar tentang tanggung jawab, sekolah, dan harapan di Manggarai

Pemerintah melalui program seperti Program Indonesia Pintar telah berusaha membantu siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa bersekolah. Bantuan itu memberi ruang dan kesempatan. Namun dalam praktik sehari-hari, kerja keras tetap menjadi bagian yang tidak bisa dilepaskan.

Saya menyadari bahwa pendidikan adalah kesempatan yang tidak semua orang miliki sepenuhnya. Karena itu, meskipun lelah, saya berusaha untuk tetap datang dan tetap belajar.

 

Di Antara Dua Dunia

Kadang saya merasa hidup di antara dua dunia. Dunia pertama adalah dapur kecil dengan wajan panas dan aroma kue goreng. Dunia kedua adalah ruang kelas dengan papan tulis dan buku pelajaran.

Di dunia pertama, saya belajar tentang tanggung jawab dan pengorbanan.
Di dunia kedua, saya belajar tentang cita-cita dan masa depan. Keduanya sama pentingnya.

Saya tidak ingin selamanya berada di dapur karena keadaan. Tetapi saya juga tidak pernah malu berasal dari sana. Justru dari situlah saya mengerti bahwa setiap keberhasilan selalu memiliki cerita panjang di belakangnya.

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More