Di Antara Wajan dan Cita-Cita

Catatan seorang pelajar tentang tanggung jawab, sekolah, dan harapan di Manggarai

 

Pagi yang Mengajarkan Arti Waktu

Setelah kue matang dan ditata rapi, kami membawanya ke stan kecil. Udara pagi masih dingin. Beberapa kendaraan mulai singgah untuk mengisi bahan bakar. Ada pembeli yang datang dengan wajah masih mengantuk, ada yang terburu-buru sebelum berangkat kerja.

Saya membantu ibu melayani mereka. Kadang sambil menghitung uang kembalian, saya melirik langit yang perlahan berubah warna. Dari gelap pekat menjadi biru pucat, lalu perlahan terang. Di sela-sela itu, saya sering berpikir: waktu berjalan cepat sekali.

Ketika pembeli ramai, saya harus membantu lebih lama. Artinya, waktu menuju sekolah semakin sempit. Saya bergegas pulang, mengganti pakaian, lalu berjalan menuju kelas. Kadang saya tiba sedikit terlambat.

 

Ruang Kelas dan Ruang Harapan

Saat membuka pintu kelas, saya selalu berusaha masuk dengan tenang agar tidak mengganggu pelajaran. Guru-guru saya mengajarkan pentingnya disiplin dan tanggung jawab. Saya memahami itu. Sekolah bukan hanya tentang pelajaran, tetapi juga tentang membentuk kebiasaan yang baik.

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More