Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

Oleh: Apriska Stevi Pando, Siswi Kelas XII SMAS St. Gregorius Reo

Dengan melihat realita-realita tersebut masalah kesehatan mental remaja berada pada tahap yang memerlukan perhatian yang sangat serius. Maka dari itu penulis usulkan pentingnya mata pelajaran psikologis pada sekolah menengah di era digital. Karena dengan kebijakan seperti itu masalah psikologis siswa pada sekolah menengah akan berdampak pada jangka waktu yang panjang bukan waktu yang saat ini saja.Dan yang menjadi titik fokus penulis jika kebijakan ini nantinya dilakukan adalah pada siswa sekolah menengah saja. Mengapa demikian? Karena tujuan sekolah menengah ialah memberi pendidikan yang lebih mendalam, mengembangkan pemikiran kritis, dan mempersiapkan siswa untuk ke tahap selanjutnya. Maka, pentingnya mata pelajaran psikologis pada sekolah menengah untuk mendukung dan terwujudnya tujuan pendidikan sekolah menengah apalagi di era digital saat ini.

Pentingnya mata pelajaran psikologis pada sekolah menengah di era digital merupakan juga sebuah bantuan untuk dianjurkan bagi siswa agar mereka mampu untuk mengenali potensi dan minat mereka secara lebih mendalam. Selain itu juga, agar siswa tidak terjebak dalam tekanan sosial lagi atau ekspektasi lingkungan yang sesuai dengan kapasitas dan minat pribadi siswa itu sendiri.Namun, meski pun setiap sekolah menengah di Indonesia saat ini sudah ada guru BK (bimbingan konseling) bisa menangani persoalan psikologis siswa, tetapi itukah hanya layanan konseling saja dan sering kali hanya bersifat reaktif saja, yaitu ditangani ketika masalah sudah muncul. Sedangkan mata pelajaran psikologis ini bukan lagi sifatnya represif melainkan sifatnya preventif dan edukatif.

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More