Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

Oleh: Apriska Stevi Pando, Siswi Kelas XII SMAS St. Gregorius Reo

Penyebab peningkatan angka bukanlah di sebabkan oleh satu faktor saja. Melainkan lebih dari satu faktor penyebabnya. Faktor yang pertama dilihat dari segi perkembangan teknologi digital saat ini. Penggunaan media sosial yang berlebihan akan memicunya perilaku yang adiktif, gangguan tidur, kecemasan, depresi, perundungan siber(Cyber bullying), dan masalah FOMO saat ini yang semakin marak . Tentunya hal ini bukanlah masalah sepele, melainkan masalah yang tidak kalah pentingnya juga untuk perlu didesak untuk diatasi.

Penyebab lainnya juga karena kurikulum yang semakin padat dan tuntutan tugas sekolah yang akan menjadi beban akademik yang terus meningkat yang berkorelasi kuat dengan rendahnya kesehatan mental pelajar. Apalagi sekarang ini kerap sekali pembelajaran digital sering membuat siswa dituntut lebih mandiri, dan tugas online yang terkadang lebih memberatkan daripada tatap muka secara offline dan hal inilah pemicu terjadinya fenomena burnout akademik pada siswa. Tidak hanya itu, masalah kebimbangan menentukan pilihan setelah lulus sekolah menengah atas atau disingkat SMA juga merupakan masalah pemicunya gangguan kesehatan psikologis pada siswa. Kelas XII yang saat ini menghadapi dilema berat antara melanjutkan studi ke Perguruan tinggi (kuliah) atau bekerja ataupun kursus sering kali menyebabkan kecemasan tinggi akan masa depan.

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More