Antara Papan Tulis dan Piring Nasi: Realita Nasib Guru Swasta dan Tambahan Anggaran Badan Gizi Nasional

Oleh Yakobus Gunardi Waret, Staf Pengajar di SMAS St. Gregorius Reo

Pada akhirnya, kritikan ini bukan anti-nutrisi; justru kami dukung pemerintah tapi yang diutamakan oleh pemerintah adalah kesejahteraan guru dulu baru ke peningkatan nutrisi anak. Tapi saat ini, ketimpangan ini mencerminkan kegagalan: negara lebih suka “memberi ikan” dari pada “mengajari memancing”. Antara papan tulis dan piring nasi, pilihannya bukan hitam-putih. Tetapi realita menunjukan bahwa mengabaikan nasib guru swasta demi tambahan anggaran BGN adalah resep kegagalan jangka panjang. Pemerintah harus segera merevisi prioritas.: kesejahteraan guru dulu, nutrisi akan mengikuiti. Jika tidak, kita hanya akan punya anak-anak yang kenyang tapi guru-gururnya kelaparan dan miskin struktural.***

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More