Antara Papan Tulis dan Piring Nasi: Realita Nasib Guru Swasta dan Tambahan Anggaran Badan Gizi Nasional
Oleh Yakobus Gunardi Waret, Staf Pengajar di SMAS St. Gregorius Reo
Pemerintah Membuka Formasi PPPK bagi Pengurus Badan Gizi Nasional
Keputusan pemerintah membuka formasi PPPK bagi pengurus BGN adalah satu isu yang sangat kejam bagi guru-guru yang mengajar di sekolah swasta dimana mereka selamah ini menunggu keputusan presiden atas tuntutan mereka yang muncul hanya keputusan pengangkatan dibidang BGN. Pemerintah indonesia melalui Badan Gizi Nasional (BGN) telah resmi membuka rekrutmen pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk tahun anggaran 2025. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sumberdaya manusia di bidang gizi dan pemenuhan kebutuhan nasional.
Ditengah banyak kasus keracunan dan dapur tidak sehat dalam program MBG pemerintah malah membuka kesempatan bagi pengurus BGN menjadi PPPK. Sementara sekolah sewasta dengan banyak prestasi malah tidak membuka ruang untuk mengikuti seleksi PPPK. Saya melihat keputusan pemerintah salah prioritas. Nutrisi penting, tapi tanpa guru yang sejahtera, program MBG hanyalah pemborosan politik. MBG sendiri disebut sebagai “pertaruhan politik” presiden Prabowo, yang lebih fokus pada citra jangka pendek dari pada reformasi structural. Bayangkan jika sebagian dana itu dialihkan ke kesejahteraan guru swasta pasti akan menigkatkan motivasi mengajar.