Syukuran Pengukuhan Guru Besar Uskup Labuan Bajo Diisi dengan Launching Buku

Oleh RD. Frans Nala (Sekjen KLB) dan Wall Abulat (Kontributor Jakarta. Indobesiaraya.co.id Flores)

Maka, peluncuran kedua buku ini sesungguhnya bukan sekadar peristiwa literasi atau seremoni akademik. Ini adalah perayaan atas api pemikiran yang terus dijaga agar tetap menyala; perayaan atas keberanian untuk berpikir, bersuara, dan merawat harapan; juga ungkapan syukur bahwa dari Labuan Bajo, Manggarai dan Flores, lahir suara intelektual dan pastoral yang mampu bergema melampaui batas-batas geografis. Semoga karya-karya ini terus menjadi pelita bagi Gereja, bangsa, dan dunia; menghidupkan harapan, merawat persaudaraan, dan menjaga keutuhan ciptaan.

 

Inspirasi kerendahan hati

Vikjen Keuskupan Labuan Bajo, Rm. Richardus Manggu, dalam sambutannya menyampaikan profisiat kepada Mgr. Maksi atas jabatan Guru Besar yang telah diraih. Ini adalah buah dari ketekunan akademik.

“Pada saat memberikan orasi ilmiah pengukuhan Guru Besar di Ruteng beberapa waktu lalu: “Apakah perlu seorang Uskup menjadi profesor?” Bagi saya, ini merupakan ungkapan kerendahan hati yang mendalaman. Padahal beliau sudah menjadi uskup, juga sekarang profesor. Ini sungguh menjadi inspirasi bagi kami semua. Apa pun yang kita raih, tetaplah melayani. Dan Bapa Uskup telah menunjukkan itu dalam seluruh pelayanan yang pernah tidak membeda-bedakan siapa pun. Semua diterima dan dirangkul dengan penuh kasih dan perhatian,” kata Manggu.

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More