Syukuran Pengukuhan Guru Besar Uskup Labuan Bajo Diisi dengan Launching Buku
Oleh RD. Frans Nala (Sekjen KLB) dan Wall Abulat (Kontributor Jakarta. Indobesiaraya.co.id Flores)
Sementara itu, buku Paus Leo XIV: Menyambung Warisan, Menjawab Tantangan Zaman menghadirkan refleksi tentang Gereja yang terus berjalan bersama sejarah. Di tengah dunia yang bergerak cepat, penuh ketidakpastian, krisis moral, dan ledakan teknologi, buku ini menampilkan sosok Paus Leo XIV sebagai gembala yang dengan bijaksana berusaha menjembatani tradisi dan pembaruan. Dari isu kecerdasan buatan, etika digital, hingga dialog antaragama dan tata kelola Gereja, kita melihat sebuah harapan bahwa Gereja tetap dapat menjadi cahaya iman, kompas moral, dan rumah bagi kemanusiaan modern. Buku ini bukan hanya membaca arah zaman, tetapi juga menyalakan api harapan di tengah kegalauan dan kegelisahan dunia.
Kedua karya ini memperlihatkan wajah seorang gembala yang tidak hanya tekun membaca buku di balik biliknya, tetapi juga tekun membaca tanda-tanda zaman. Seorang intelektual yang tidak membangun menara gading untuk menjauh dari dunia, melainkan membuka jendela agar Gereja dapat terus berdialog dengan realitas manusia. Dalam diri Mgr. Prof. Dr. Maksimus Regus, ilmu pengetahuan tidak kehilangan hati, dan iman tidak kehilangan keberanian untuk berpikir.