Ketika Ketenangan dan Keheningan Makin Punah (Sekenanya Saja di Masa Prapaskah)
Oleh Dionisius Ngeta, Komsos Paroki Nangahure
Kita belajar untuk diam dalam keheningan untuk sebuah refleksi. Diam adalah emas dan bentuk tertinggi dari kebijaksanaan untuk merenung, memproses emosi dan menjernihkan pikiran. Diam bukan berarti tidak memiliki sesuatu untuk dikatakan. Diam merupakan bentuk kebijaksanaan dalam menimbang kata-kata. Ia adalah sebuah respon terbaik menghindari konflik dan menjaga kedamaian batin.
Ketenangan dan Keheningan adalah ruang yang diperlukan untuk pertumbuhan dan kedamaian bathin tanpa harus selalu tampil sibuk. gaduh dan bising. Dalam diam (ketenangan dan keheningan), kehendak yang paling benar dan suara paling jernih dari Tuhan tentang siapa saya sebenarnya ditemukan. Diam dalam Ketenangan dan keheningan merupakan sebuah wujud tobat agar Tuhan lebih banyak bicara dan kehendak-Nya lebih banyak meraja dalam kehidupan kita. ***