Joko Widodo, Petarung Tanpa Gaduh
Oleh Dionisius Ngeta, S. Fil Tinggal di Bukit Nangahure Maumere
Mereka yang mengkritik bahkan menyerangnya secara pribadi dan keluarga, justeru diapresiasi, diberi ucapan terima kasih dan pengampunan Jokowi. Ia mampu mengendalikan dan mengelola setiap serangan terhadap diri dan keluarganya menjadi hal yang positif secara politik tanpa gaduh. Diam tanpa gaduh justeru adalah prisai baja yang ditempa Jokowi dan membuat lawan-lawannya jatuh terpental. Pamor politik Jokowi justeru makin berkobar karena dia menghindari konfrontasi langsung yang bisa menimbulkan kegaduhan.
Dengan diam tanpa gaduh, makin banyak serangan – justeru popularitas Jokowi terus terawat. Dengan diam, belas kasih dan legitimasi masyarakat terhadapnya tetap terjaga. Jokowi justeru menikmati keuntungan secara politik dalam diam. Diam adalah emas baginya. Kolam dengan air yang tenang adalah tanda dalam.
Masyarakat yang telah menikmati hasil kerja keras selama kepemimpinannya menjadi rival bagi para pembencinya. Diamnya justeru timbulkan perbincangan bahkan “perkelahian” terjadi di media sosial. Publik di media sosial akan selalu bicara tentangnya bahkan menjadi pembelanya.