Joko Widodo, Petarung Tanpa Gaduh
Oleh Dionisius Ngeta, S. Fil Tinggal di Bukit Nangahure Maumere
Jika tidak demikian, tidak mungkin ia bubarkan Petral, melawan Uni Eropa, mengambil alih Blok Rokan dan membuat Freeport lebih menguntungkan Indonesia. Hanya petarung bernyali bisa melakukan hal-hal yang tidak biasa dan belum pernah dilakukan oleh presiden sebelumnya.
Jika bukan petarung bernyali, mustahil seorang yang berangkat dari bantaran kali di Solo bisa menjadi pengusaha (menengah) yang sukes, Walikota Solo dua kali, Gubernur DKI Jakarta dan Presiden dua periode. Sebagai Gubernur DKI Jakarta dan Presiden dua periode bukan hal mudah diraih, bukan tanpa serangan dan tantangan. Serangan dengan berbagai macam labelisasi dan freming dialami. Tapi Jokowi tetap tenang dan fokus tanpa gaduh.
Jokowi justeru melihat tantangan dan kesulitan sebagai peluang dan kesempatan untuk menemukan jalan lain yang tak terduga. Dalam ketenangan tanpa gaduh, Jokowi justeru menemukan potensi tersembunyi dan panggilan di dalam setiap tantangan dan kesulitan untuk mencapai hal-hal yang luar biasa.
Jokowi sering kali melakukan hal-hal di luar dugaan dan perkiraan. Ia bekerja dan melakukan sesuatu (Keputusan dan kebijakan) dalam diam, tanpa perlu diketahui atau tanpa perlu selalu dipahami atau sulit dimengerti. Bahkan dalam ketidakpahaman itu banyak yang mencela, meragukan dan melabelisasinya. Tapi dia tetap diam, prinsipil dan konsisten, tanpa gaduh.