Imperium Global: Berhala Baru Zaman Modern
Oleh Pascual Semaun, Mahasiswa Jurnalistik, Universitas Americana Paraguay, Amerika Latin
Ketika Teknologi Menjadi Arena Kekuasaan
Peran teknologi dalam membentuk imperium modern semakin jelas melalui KTT Global
Kecerdasan Buatan di New Delhi. Pertemuan internasional ini bukan sekadar forum
teknologi, tetapi arena geopolitik baru di mana negara-negara dan perusahaan raksasa
teknologi bersaing untuk menentukan arah perkembangan AI. Dalam forum ini,
kepemimpinan teknologi tidak lagi terbatas pada kapasitas ilmiah semata, tetapi juga terkait
dengan kemampuan mengatur tata kelola global.
AI telah menjadi sumber daya strategis yang setara dengan energi, mineral kritis, atau sumber
daya alam lainnya. Negara atau perusahaan yang menguasai teknologi ini dapat menentukan
arah ekonomi global, keamanan, dan bahkan struktur sosial. Hal ini membuat AI bukan hanya
isu teknis, tetapi juga simbol kekuasaan dan legitimasi global.
Menariknya, KTT New Delhi menampilkan suara Global South sebagai aktor normatif.
Negara-negara berkembang tidak lagi hanya menjadi penerima aturan teknologi, tetapi
menuntut demokratisasi akses, kedaulatan digital, dan regulasi berbasis risiko. Pendekatan
ini menegaskan bahwa teknologi modern tidak bisa dilepaskan dari dimensi politik dan
sosial, karena setiap keputusan teknis memiliki implikasi global yang luas dan menentukan
keseimbangan kekuasaan dunia.