Aksi di Kedubes Vatikan. Ada Apa?
Oleh Yustinus Prastowo, Umat Keuskupan Bogor & Mantan Staf Khusus Menteri Keuangan Sri Mulyani, kini menjadi Staf Khusus Gubernur DKI Pramono Anung.

Mudah merekonstruksi ini. Jika klaim orang tersebut benar, bahwa informasi yang dia terima akurat, maka hanya ada kemungkinan: hasil visitasi apostolik bocor. Saya yang awam beranggapan semua ini rahasia dan hanya boleh diketahui hierarki sangat terbatas, guna pengambilan keputusan Bapa Suci. Jika klaim itu keliru, bersamaan dengan surat terbuka dua pastor Keuskupan Bogor yang diumbar ke publik dan memantik perpecahan: dibiarkan tanpa penjelasan apapun.
Apakah dalih Gereja tak menganut demokrasi lantas bisa dimaknai anti pada pertanyaan2 mendasar tanpa prasangka seperti yang kami ajukan? Dan apakah otoritas sudah berhitung cermat jika ini berlarut maka akan menggerus trust? Kenapa beberapa pihak begitu mudah bersikap formal-legalistik, sikap yang oleh Paus Fransiskus ditentang dengan pendekatan pastoral yang lebih humanis.
Ada pula kritik ke kami, seolah hanya fokus dan militan ke isu Mgr. Paskalis dan abai pada isu lain seperti Papua, Maumere, dan lainnya. Sama sekali tidak. Di tempat dan kesempatan lain kami turut mengadvokasi dengan cara kami. Tapi lebih mendasar, isu-isu besar itu hanya akan tersentuh dan tuntas diadvokasi jika kita bisa menyelesaikan isu internal ini secara terang. Mestinya tak sulit memahami korelasi ini. Kita hanya sanggup menuntaskan perkara besar saat sudah teruji pada perkara-perkara kecil.