Aksi di Kedubes Vatikan. Ada Apa?
Oleh Yustinus Prastowo, Umat Keuskupan Bogor & Mantan Staf Khusus Menteri Keuangan Sri Mulyani, kini menjadi Staf Khusus Gubernur DKI Pramono Anung.

Maka mempartisi jalanan vs medsos itu kurang tepat. Keduanya sudah menjadi lokus perbuatan hukum yang diatur dan punya implikasi. Bisa sama-sama memalukan atau memuliakan.
Kenapa tak berkomunikasi dengan hierarki? Terus terang saya sendiri bingung. Silang sengkarut soal pengunduran diri Mgr. Paskalis ini terkesan dibiarkan. Begitu banyak informasi membanjiri medsos tanpa penjelasan otoritas yang memadai. Bahkan ada beberapa tudingan yang dijadikan rujukan banyak orang dan terkesan valid. Implisit mendaku bersumber dari otoritas. Makian, hujatan, dan serangan ke pribadi Mgr. Paskalis, yang didahului surat dua pastor Keuskupan Bogor, menambah kebingungan.
Jika ekspresi jalanan disayangkan dan dihujat, kenapa ada surat dua pastor yang sangat telanjang dan mengumbar aib uskupnya, dibiarkan terjadi. Lagi-lagi, dijadikan rujukan. Apakah mereka yang secara formal belajar hukum gereja dan teologi itu pantas melakukan itu? Dan kenapa ini tak dianggap sebagai pelanggaran dan hal aneh? Kami bahkan buru2 dihardik dengan hukum kanonik, tanpa kesediaan membaca substansi seruan dan ajakan refleksi kami.