Guru Menyalakan Cahaya Pengharapan di Tengah Gelombang Zaman (Catatan Refleksi Hari Guru Nasional)
Oleh Gregorius Ambot, S.Pd, Gr (Guru di SMAS St. Gregorius Reo)
Di tengah hiruk-pikuk dunia yang mengagungkan materi, jabatan, dan popularitas, profesi guru justru memilih jalan yang berbeda. Guru bekerja dalam senyap, menuntun dan membimbing anak bangsa.
Filosofi kerja guru ibarat akar pohon. Akar bekerja di dalam tanah: gelap, sunyi, dan tak terlihat. Tak ada yang memuji keindahan akar selayaknya orang memuji rimbun daun atau manisnya buah. Namun, tanpa akar yang bekerja dalam senyap mencari air dan nutrisi, pohon itu akan mati. Filosofi “Sunyi tapi Menghidupkan” ini mempertegas eksistensi guru sebagai penentu kemajuan bangsa melalui pembangunan sumber daya manusia yang unggul, sejalan dengan tema Hari Guru Nasional tahun ini: “Guru Hebat, Indonesia Kuat.” Slogan ini Adalah pengingat yang sangat kuat,terutama di momen hari Guru ini, 25 November 2025. Tema ini bukan hanya kata-kata Mutiara,melainkan sebuah kebenaran fundamental yang menentukan masa depan bangsa ditentukan di dalam ruang kelas melalui dedikasi para Guru.
Tantangan di Tengah Gelombang Zaman