Rendahnya Nilai Ujian TKA: Cerminan Lemahnya Literasi dan Numerasi di NTT
Oleh Katarina Aurelia Saridan, Siswi SMAS St. Gregorius Reo
Dan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) beberapa waktu terakhir ini menimbulkan perhatiaan besar dalam dunia pendidikan di Indonesia.
Berdasarkan data dari Medcom.id provinsi NTT tercatat memiliki rata-rata nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) terrendah secara nasional pada 2025, dengan skor rata-rata keseluruhan 33,07 dari skala 100. Angka tersebut jauh dibawah provinsi dengan nilai tertinggi seperti di Yogyakarta yang mencapai sekitar 46,33. Bahkan secara nasional, rata-rata ini nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) sendiri masih tergolong rendah dan belum mencapai angka 60.
Menurut saya, rendahnya nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) di NTT tidak bisa dilihat sebagai kegagalan siswa saja. Sebaliknya, hal ini merupakan gambaran dari berbagai faktor yang tentunya berkaitan dengan sistem pendidikan serta ketidakmerataan fasilitas pendidikan di indonesia.
Rendahnya nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) di NTT menunjukan adanya ketidaksetaraan pendidikan antara wilayah barat dan timur indonesia. Provinsi di pulau jawa lebih mendominasi berbagai indikator pendidikan nasional. Hal ini tidak terlepas dari ketersediaan fasilitas pendidikan yang lebih lengkap atau memadai, jumlah tenaga pendidik yang lebih banyak, serta akses terhadap berbagai sumber belajar yang telah lengkap. Sebaliknya, di daerah seperti NTT, masih banyak sekolsh yang mengalami keterbatasan sarana dan prasarana seperti kurangnya buku pelajaran maupun akses internet yang memadai ketidaksetaraan inilah yang akhirnya memengaruhi kualitas proses belajar mengajar dan berdampak pada hasil akademik siswa.