Pegiat Konservasi Desa Nanga Bere Lepasliarkan 422 Tukik Penyu

Pelan namun pasti. Kebiasaan buruk itu kini mulai hilang ketika ada kelompok masyarakat yang menggerakkan aksi konservasi penyu mendukung kawasan Taman Nasional Perairan Laut Sawu.

Salah satu kelompok yang mendedikasikan waktunya untuk kegiatan pelestarian penyu di Desa Nanga Bere khususnya kampung Bangko, yaitu Pokmaswas Bangko Bersatu yang dipimpin Abdul Karim.

Pegiat Konservasi Desa Nanga Bere Lepasliarkan 422 Tukik Penyu

Ratusan warga dan pelajar pegiat konservasi Desa Nanga Bere melepasliarkan ratusan tukik penyu ke kawasan pantai Nanga Bere, Rabu (17/8/2022). Foto/Bang Dil

 

Pokmaswas Bangko Bersatu melakukan kegiatan secara sukarela tanpa ada pihak yang turut membantu. Mereka fokus melakukan pengawasan dan menyelamatkan telur penyu yang ditemukan di sekitar pantai. Telur penyu kemudian dipindahkan ke tempat yang aman yang mereka sebut penangkaran semi alami.

Tempat penangkaran telur penyu dirangkai dari bambu sedemikian kuat dan rapat. Tujuannya  agar telur penyu sulit dimangsa predator. Pokmaswas tersebut bekerja secara sukarela tanpa ada satu pun pihak lain yang membantu mereka.

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More