Pegiat Konservasi Desa Nanga Bere Lepasliarkan 422 Tukik Penyu

Fadil menekankan, aksi pelepasan tukik penyu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat  akan pentingnya melestarikan lingkungan melalui aksi nyata merawat biota alam yang dilindungi dalam kawasan konservasi. Aksi konservasi alam demi kesejahteraan masyarakat.

“Aksi konservasi ini dilakukan secara berkelanjutan. Mengedukasi dan mengajak masyarakat agat berperan aktif dalam menyelamatkan ekosistem alam”, tandasnya.

Ketahuilah, kawasan pantai Desa Nanga Bere merupakan daerah potensial untuk proses pelestarian populasi penyu. Pasalnya, area sepanjang  tersebut merupakan habitat penyu untuk bertelur.

Desa Nanga Bere yang terletak di ufuk barat pulau Flores yang konsen dan serius menggiatkan  pelestarian penyu. Tengoklah di kampung Bangko. Sejak tahun 2017  silam warga setempat mulai melestarikan penyu.

“Hal ini kami lakukan lantaran pesisir pantai kampung Bangko dikenal sebagai salah satu pantai yang kerap disinggahi penyu untuk bertelur. Namun masyarakat mempunyai kebiasaan mengambil telur dan daging penyu untuk dikonsumsi atau diperjualbelikan di pasar secara bebas. Hal itu terjadi karena ketidaktahuan masyarakat akan dampak negatifnya”, tutur Fadil.

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More