Merawat Gotong Royong: Seni Meruntuhkan Budaya Korupsi
Oleh Aquilio Jeane Windy Putra, Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
Filosofi Gotong Royong
Gotong Royong merupakan budaya khas bangsa Indonesia. Nilai dalam budaya ini menggambarkan identitas atau jati diri dan karakter bangsa Indonesia. Pada hakekatnya nilai gotong royong terdapat dalam hampir seluruh budaya nusantara dengan nama yang berbeda-beda (atau dibahasan secara berbeda) tetapi mempunyai makna yang kurang lebih sama yaitu semangat saling tolong menolong dan membantu untuk menyelesaikan suatu pekerjaan atau persoalan secara bersama-sama. Dalam gotong royonglah tumbuh nilai persaudaraan dan solidaritas antar sesama. Selain itu, nilai gotong royong mengafirmasi frasa bahasa Latin, Homo Socialis yang mempunyai arti keberadaan manusia menjadi berarti dan utuh ketika berelasi dengan sesama.
Budaya gotong royong sudah melekat dalam darah bangsa Indonesia sejak dahulu. Esensi dari gotong royong sebetulnya bukan hanya sekadar kerja sama, tetapi sebagai bentuk dari nilai kebersamaan, seperti dalam peribahasa “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”. Selain itu, terdapat nilai solidaritas dengan orang-orang yang mengalami kekurangan dan membutuhkan bantuan dalam bentuk apapun. Dan yang terakhir adalah nilai tanggungjawab bersama agar setiap orang menyadari bahwa pekerjaan berat akan terasa ringan jika dikerjakan secara bersama-sama. Budaya gotong royong juga turut mengubah pola pikir dari “saya” menjadi “kita” dan mengikis sikap egoisme yang ada dalam diri setiap orang.