Membangun Masa Depan Manggarai Melalui Jembatan Digital
Oleh Klementius Moreno Hadiputra Lode, Siswa SMAS St. Gregrorius Reo
Selain itu, kita bisa melihat perbandingan di daerah lain, misalnya pelaku UMKM di Kota Malang, Jawa Timur. Di Kota Malang, para pengrajin keramik di Kampung Keramik Dinoyo, sudah memanfaatkan teknologi-termasuk penggunaan kecerdasan buatan (AI)-untuk pemasaran, pembuatan konten, hingga desain produk. Sehingga pemerintah pusat menyebut indeks digitalisasi UMKM di kota itu sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia. Upaya pelaku UMKM bersama pendampingan digital melalui program UMKM Level Up dari Kementerian Komunikasi dan Digital menunjukkan bahwa teknologi digital dapat membantu usaha lokal memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing mereka di tingkat yang lebih luas.
Belajar dari Keberhasilan Daerah Lain
Jika Malang bisa, mengapa Manggarai tidak? Lima tahun ke depan, dunia digital bukan lagi sekadar prediksi, melainkan kenyataan yang akan semakin dekat dengan kehidupan kita, termasuk di daerah-daerah yang selama ini dianggap tertinggal dalam akses informasi seperti kampung-kampung di Manggarai. Perubahan itu mulai terlihat bahkan di wilayah pedesaan, yang kini bermunculan aktivitas berbasis digital seperti jual beli online dan kreator konten. Namun untuk menghadapi perubahan ini, dibutuhkan kemampuan yang memadai. Saya meyakini kemampuan tersebut bisa diperoleh melalui pendidikan yang tepat, salah satunya melalui Program Studi bisnis digital di Perguruan Tinggi. Langkah ini bukan sekadar mengikuti tren, tetapi berdasarkan perkembangan data dan kenyataan yang menunjukkan bahwa ekonomi digital terus tumbuh dan membuka banyak peluang baru bagi daerah.