Membangun Masa Depan Manggarai Melalui Jembatan Digital
Oleh Klementius Moreno Hadiputra Lode, Siswa SMAS St. Gregrorius Reo
HARI terus berganti dan perubahan adalah kepastian yang tak terelakkan. Di setiap sudut Manggarai, transformasi digital kini merambat masuk, membawa dampak paling nyata bagi generasi muda. Namun, di tengah percepatan ini, terselip sebuah paradoks: sementara anak muda bergerak dan berlari menyambut teknologi, orang tua kerap memilih diam dan mencoba memahami dunia yang tampak asing bagi mereka.
Peluang di Balik Kesenjangan
Tantangan utama yang kita hadapi hari ini bukan hanya keterbatasan lapangan kerja, tetapi juga keterbatasan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan peluang digital yang sebenarnya sudah terbuka lebar. Berdasarkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2025 menunjukkan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai lebih dari 229 juta orang dengan penetrasi mencapai 80,66 % dari total penduduk. Angka yang fantastis itu menunjukkan era baru transformasi sosial dengan basis teknologi. Bersamaan dengan itu, transformasi digital sering kali mempengaruhi pola perilaku, cara pandang, dan aktivitas sosial. Sehingga melihat anak kecil berusia tiga atau empat tahun yang mahir menggunakan telepon genggam bukan lagi hal yang mengherankan. Ini menandakan teknologi digital dan berbagai transfomasinya telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat lintas generasi, terutama generasi muda.