Ketika Masa Kecil Digantikan Layar

Oleh Maria Grasela Patiati, Siswi SMAS St. Gregorius Reo

Selain soal fokus dan kesehatan, ada risiko lain yang tidak kalah penting: keamanan digital.UNICEF Indonesia menyoroti meningkatnya risiko perundungan siber, paparan konten tidak pantas, serta ancaman keamanan data bagi anak-anak dan remaja. Dunia maya tidak mengenal batas wilayah. Anak di kampung kecil pun bisa terpapar konten yang sama dengan anak di kota besar.

Masalahnya, anak belum tentu mampu menyaring informasi atau memahami konsekuensi dari apa yang mereka lihat dan bagikan. Satu unggahan bisa menyebar luas. Satu komentar bisa melukai. Satu kesalahan bisa meninggalkan jejak digital yang sulit dihapus.Tanpa pendampingan, anak bisa menjadi korbanatau bahkan pelakutanpa menyadarinya.

 

Ketika Layar Menggantikan Peran Pendampingan

Menurut saya, persoalan ini bukan tentang menyalahkan teknologi. Handphone bukan musuh. Teknologi bisa menjadi alat belajar yang sangat membantu, apalagi di daerah seperti Flores yang secara geografis tidak selalu dekat dengan pusat pendidikan besar.Masalah muncul ketika handphone perlahan menjadi “pengasuh kedua”.

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More