Dari Perjumpaan Menuju Kesaksian: Dinamika Kemuridan Perempuan Samaria (Yohanes 4: 1-42)

Oleh Mario Oktavianus Magul, Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Keempat, bersaksi. Tak dapat dimungkiri bahwa dimensi kemuridan Injil Yohanes turut mencapai puncaknya dalam tindakan “bersaksi”. Setelah mengalami perjumpaan transformatif dengan Yesus, perempuan Samaria itu pun akhirnya meninggalkan tempayannya (sebagai simbol kehidupan lamanya) dan pergi ke kota untuk bersaksi kepada orang lain.Ia berkata: “Mari lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat(ayat 29)”.Melalui penggalan teks ini, kita dapat melihat bahwa ada suatu daya transformatif yang turut mengubah pribadi perempuan Samaria. Ia yang sebelumnya adalah seorang yang terpinggirkan dan cenderung menghindari publik, kini berubah menjadi agen transformatif yang turut membawa orang-orang samaria lainnya kepada Yesus. Persis, dalam konteks inilah kita dapat melihat bahwa kesaksian perempuan Samaria itu turut membuahkan hasil yang memuaskan. Melalui perkataannya, akhirnya banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada Yesus. Dengan demikian, kesaksian tidak hanya menjadi buah dari perjumpaan yang intim dengan Kristus, tetapi juga sarana bagi orang lain untuk mengalami iman yang sama.

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More