Ketika Masa Kecil Digantikan Layar

Oleh Maria Grasela Patiati, Siswi SMAS St. Gregorius Reo

SORE hari di kampung-kampung Flores seharusnya dipenuhi suara anak-anak bermain. Lapangan berdebu, halaman rumah, jalan setapak di antara rumah warga, atau pinggir pantai biasanya menjadi ruang berlari, berteriak, dan tertawa. Dulu, suara bola ditendang dan anak-anak saling memanggil adalah hal yang biasa.Namun belakangan ini, pemandangan itu perlahan berubah.

Anak-anak memang masih berkumpul. Tetapi tidak banyak yang bergerak. Mereka duduk berjejer di teras rumah atau di atas tempat tidur, masing-masing menunduk menatap layar handphone. Tidak ada lagi teriakan memanggil teman untuk bermain. Yang terdengar hanya suara video pendek, game atau musik.

Sebagai pelajar SMA di Flores, saya melihat perubahan ini bukan sekadar soal teknologi yang makin maju. Ini soal bagaimana masa kecil sedang dibentuk ulang oleh layar kecil di tangan mereka.

Dunia Digital Sudah Masuk Sampai Kampung

Kita tidak bisa menutup mata bahwa Flores juga bagian dari arus besar digitalisasi. Internet sudah masuk hingga desa-desa. Paket data lebih mudah dibeli daripada buku bacaan. Anak sekolah dasar pun kini tidak asing dengan YouTube dan game daring.

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More