Unika St. Paulus Ruteng Kukuhkan 29 Mahasiswa Kader Pemimpin Transformatif
Laporan Selvianus Hadun, Humas Unika St. Paulus & Wall Abulat, wartawan Pojokbebas.com.
“Mahasiswa adalah penjaga nurani zaman. Kader Synergoi harus menjadi terang intelektual, sahabat bagi sesama, sekaligus pemimpin yang transformatif,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa kader tidak boleh memisahkan iman dan rasio. “Iman dan akal budi bukan musuh. Kader Synergoi harus menghadirkan sintesis antara doa dan diskursus ilmiah,” ungkapnya.
Dr. Marselus juga mendorong para kader menjadi agen literasi digital yang kritis dan etis di tengah polarisasi sosial. Ia meminta para mahasiswa menghadirkan nilai Injil melalui integritas akademik, solidaritas sosial, dan kepemimpinan yang menginspirasi.
Siap Menjadi Agen Transformasi
Program Kaderisasi Synergoi Paulus Angkatan III merupakan perwujud-nyataan dari komitmen kampus dalam membentuk kader rasul awam yang siap melayani Gereja, bangsa, dan masyarakat.
Melalui laporan warek III, Universitas akan mempertahankan model kaderisasi ini, memperkuat pembinaan berbasis pengalaman langsung, serta melakukan pendampingan berkelanjutan bagi para alumni kader.