Menakar Kehadiran Gibran di Afrika Selatan: Strategis atau Sekadar Formalitas-Simbolik Diplomasi?
Oleh Dionisius Ngeta, S. Fil., Tinggal di Nangahure Bukit, RT/RW 018/005 Kel. Wuring Kec. Alok Kab. Sikka
Dan sesungguhnya Wapres Gibran mau menunjukan kepada dunia bahwa Indonesia kini juga hadir sebagai negara yang memiliki kontribusi dan menawarkan solusi. QRIS diangkat sebagai contoh dan model inklusi keuangan yang telah terbukti membantu jutaan UMKM di Indonesia.
Selain itu keberanian Wapres Gibran Rakabuming Raka menyoroti isu keuangan berkelanjutan (Sustainable finance). Wapres mengingatkan dunia: transisi ekonomi tidak boleh meninggalkan siapa pun. Karena itu dia mendesak adanya pembiayaan yang lebih adil, terprediksi dan setara. Terutama terkait dengan keringanan utang dan pembiayaan campuran (Blended finance). Upaya menyelamatkan iklim jangan sampai mematikan ekonomi negara-negara yang sedang bangkit dan berkembang.
Tapi apakah hadiah terindah buah dari diplomasi politik Gibran tanpa kendala dan tantangan. Tentu tidak! Tantangan pada tataran implementasi selalu terjadi. Konektivitas penerbangan langsung yang dapat dijangkau adalah pekerjaan yang harus diselesaikan. Tantangan teknis interkoneksi antar negara adalah hal lain mesti dikerjakan agar mulus di lapangan.