Menakar Kehadiran Gibran di Afrika Selatan: Strategis atau Sekadar Formalitas-Simbolik Diplomasi?

Oleh Dionisius Ngeta, S. Fil., Tinggal di Nangahure Bukit, RT/RW 018/005 Kel. Wuring Kec. Alok Kab. Sikka

Kesepakatan bilateral kedua negara: Afrika Selatan – Indonesia tentang bebas visa bagi pemegang paspor Indonesia ke Afrika Selatan adalah bukti kebijakan diplomatik yang strategis. Tidak sekedar diplomasi formal dan simbolik semata. Apalagi hanya untuk naikan reting politik dan popularitas.

Sebagai mitra dagang terbesar Indonesia, Afrika Selatan sangat strategis untuk membangun diplomasi politik dan kerjasama ekonomi yang saling menguntungkan dan berkelanjutan. Perlu diakui bahwa birokrasi visa sering kali menjadi hal yang krusial. Hal ini dapat menjadi hambatan dalam perdagangan dan mobilitas barang.

Kesepakatan strategis ini tentu akan mempermudah dan saling menguntungkan bagi kedua negara, terutama bagi para pengusaha dan wisatawan. Bagi para pengusaha kebijakan strategis tersebut mempermudah mereka melakukan ekspansi pasar atau bisnis, yang mungkin selama ini terkendala dan mengalami hambatan.

Pada sesi tentang ekonomi berkelanjutan, Wapres Gibran Rakabumin Raka tampil memukau, membawa suara dan mewakili negara-negara berkembang (Global Sotuh) dengan tegas dan lantang. Quick Reponse Code Indonesian Standard (QRIS) dipamerkannya di hadapan para pemimpin negara dan utusan. Di sini sesungguhnya yang mau ditekankan Wapres Gibran adalah bahwa teknologi harus jadi jembatan kesetaraan.

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More