Kristus Yang Bangkit Mendahului Kita ke Galilea: Bangkit, Berjalan Bersama, dan Bersaksi (Mat. 28:7)
Surat Gembala Prapaskah/Paskah 2026 Uskup Labuan Bajo
Pertama,Galilea sebagai simbol kehidupan pribadi.Setiap orang memiliki “Galilea” dalam dirinya. Ruang batin tempat iman diuji oleh kegagalan, luka, dan keraguan. Justru di ruang itu Kristus yang bangkit menghadirkan pembaruan.Paskah mengajak setiap pribadi berani memulai kembali. Iman selalu membuka kemungkinan baru bagi manusia (bdk. Evangelii Gaudium, 3). Paskah adalah keberanian bangkit dari keputusasaan menuju harapan.
Kedua,Galilea keluarga.Keluarga adalah tempat pertama Injil dihidupi dan diwariskan. Di tengah berbagai bentuk tekanan (sosial-ekonomi), keluarga dipanggil menjadi ruang kebangkitan. Keluarga mesti merawat kasih, kesetiaan, dan pengampunan.Keluarga menjadi saksi pertama harapan Paskah. Paus Fransiskus menyebut keluarga sebagai “gereja domestik” (unit dasar Gereja) yang memancarkan kegembiraan Injil (Amoris Laetitia, 67).
Ketiga,Galilea komunitas Gereja.Komunitas Gereja pada berbagai tingkatan adalah Galilea tempat umat Allah berjalan bersama. Gereja adalah persekutuan yang hidup. Umat saling mendengarkan, saling menguatkan, dan saling melayani.Ketika umat berjalan bersama, Gereja menjadi tanda nyata kehadiran Kristus yang bangkit di tengah dunia. Dalam terang itu, kita menziarahi fokus pastoral “persekutuan sinergis” sepanjang Tahun 2026. Tema ini mengingatkan bahwa Gereja hidup bukan oleh kerja sendiri-sendiri, tetapi oleh kebersamaan yang saling melengkapi.Saya menangkap gerak kebersamaan ini dalam sedikit kunjungan pastoral ke sejumlah stasi selama Prapaskah ini.