Hati yang Mahakudus vs Hati Mahabusuk

Rm. Inosensius Sutam

(d) Kuk dan beban yang dipasangNya enak dan ringan. Hal itu memberi ketenangan hati.

Alam mengasihi Manusia dan Memikul Kuk dan Bebannya

Para suster terkasih…. Hari ini kita merayakan hati Yesus yang Mahakudus.
Ada beberapa pesan bacaan hari ini untuk kita….
Pertama, hati Yesus disebut Mahakudus karena hatiNya penuh kasih. Hati Allah yang penuh kasih itu lemah lembut, rendah hati, dan setia memegang janjiNya. Hati manusia juga harus penuh kasih, lemah lembut, datang kepada Allah, memegang perintah Allah, dan memikul kuk dan beban karena beriman akan Allah. Yang terjadi hati manusia penuh nafsu, benci, dendam, dan jahat. Ini hati yang mahabusuk berhadapan dengan hati Allah yang Mahakudus.

Kedua, rahmat bagi orang yang penuh kasih: ia mengasihi sesamanya, ia mengenal Allah, Allah setia kepadaNya dan berada dalam Allah. Hatinya menjadi tenang. KepadaNya Kerajaan Allah dinyatakan.

Ketiga, dimensi ekologis dari bacaan hari ini adalah padang gurun, sungai Yordan, langit, bumi, kerajaan. Hati alam penuh kasih. Ia mengambil bagian dalam kasih dan sifat kudus Allah. Alam mengasihi manusia tanpa batas. Ia memberi makanan, minuman, udara, api, terang, ia mendukung manusia. Tanpa lebih dahulu manusia mengasihinya. Ia memberikan segalanya kepada manusia. Ia memikul kuk dan beban manusia: rumah, kota, mobil, dll. Tetapi manusia membebani alam. Hatinya penuh nafsu menghancurkan alam. Ini betul mahabusuk berhadapan dengan alam yang penuh kasih. Mari bertobat dan mengasihi alam.***

Berita Terkait
Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan ditampilkan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More